Onggo Inggi

Oleh :

Ahmad Suhaimi.
PAI KecamatanRejotangan.

Sungai Brantas adalah sungai terpanjang di Jawa Timur.
Sungai ini membujur dan melintang membelah beberapa kota dan kabupaten di wilayah yang kepadatan populasi masyarakatnya nomer wahid se Indonesia setelah DKI Jakarta.

Sudah sejak dahulu sungai merupakan penopang utama kehidupan manusia, karena keberadaan air yang mengalir di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan utama makhluk hidup guna tetap survive.
Sejenak mari kita bayangkan jika kita hidup tanpa air? Apa yang terjadi?

Sungai Brantas mempunyai fungsi elementer di Jawa Timur karena memiliki kekayaan yang sangat banyak yang melekat dan menempel terkandung di dalamnya. Pasir, ikan, air irigasi merupakan sebagian dari kekayaan alam yang menyertai sungai legendaris ini.

Selain mempunyai manfaat yang besar, sungai ini juga tak terlepas dari cerita mistis yang kuat dari jaman bahaeula sampai jaman millenium ~ Jaman dimana segala sesuatu di ukur dengan standar logika.

Cerita keganasan dan kegarangan Brantas sudah masyhur dengan segala jenis makhluk halus yang mendiaminya.

Penghuni sungai ini terkenal menakutkan, Mulai dari Buaya putih yang sering menampakkan wujudnya penanda ada bahaya yang mengancam.
Ada juga penyu atau Bulus putih sebesar kawah–untuk memasak jenang- yang kadang mondar-mandir terlihat dari jembatan Ngujang I.

Selain itu di wilayah tepi sungai Brantas di suatu desa yang masuk administrasi Kecamatan Sumbergempol juga katanya ada Raja ikan Lele yang fisiknya segede Rumah tipe 45 yang melakukan Show of power diikuti ribuan ikan lele dengan ukuran fisik normal.

Ada cerita mistis lagi yang turut menegaskan bahwa sungai Brantas ini memang menakutkan bagi mereka yang mempunyai perilaku dan maksud “aneh-aneh” di sungai ini.

Ada satu jenis lagi kiranya makhluk penghuni Kali Brantas ini yang konon kemunculannya meminta tumbal nyawa manusia yaitu Onggo-Inggi.

Makhluk ini ada yang bilang berwujud wanita ayu, cantik, bahenol dan genit yang sedang mandi di tepi sungai dengan pemandangan kelihatan t-e-l-a-n-j-a-n-g bulat.

Selain menampakkan diri sedang mandi, kedua makhluk ini juga berusaha menggapai orang-orang yang melihatnya, seraya melambaikan tangannya seolah mengajak para penonton atau pemirsanya untuk ikut menemani mandi.

Jika orang-orang yang melihatnya tergiur dan tergoda tentu ia dengan sukarela mendekat dan berusaha untuk bergabung bersama untuk mandi.
Pada saat inilah sang Onggo-Inggi ini menenggelamkan serta melahap orang-orang yang terbujuk itu ke dalam nya air sungai Brantas untuk dijadikan tumbal.

Onggo-Inggi adalah salah satu dari beberapa penghuni Brantas yang menambah keangkeran sungai populer dengan panen raya ikannya yang terkenal dengan istilah Pladu.

Dalam versi lain ada yang bilang bahwa Onggo-Inggi dianggap momok yang sering meneror anak perawan dan perjaka yang tinggal dari dalam arus sungai. Lantas apakah hal tersebut benar adanya? Beberapa cerita leluhur menyebutkan bahwa sosok Onggi-Inggi merupakan dayang yang tinggal di dalam pusaran kali Brantas

Terlepas dari banyaknya cerita wujud makhluk ini, tidak perlu diperdebatkan karena toh itu adalah makhluk kasat mata yang nir pembuktian. Tidak mungkin bisa di tampilkan bahwa makluk ini benar-benar ada dan mengancam serta menakutkan.

Keberadaan makhluk Onggo-Inggi ini bisa di percaya bisa juga dikesampingkan wujudnya. Semua terserah pada diri kita sendiri. Secara logika jelas itu makhluk namanya makhluk halus, jelas tidak masuk logika.

Sebagai manusia sesama makhluk ciptaan sangat Khalik kita memang mengakui ada makhluk lain yang menghuni alam semesta ini. Namun apakah kita harus takut dengan makhluk halus? Jawabannya selama kita tidak berbuat macam-macam, maka kita harus tetap memegang teguh kalimat ” Tiada daya upaya dan kekuatan selain dari Allah semata.