ZAKAT MENENTRAMKAN UMAT

Oleh: Moh. Khudlori, S.HI., M.Pd.I.

[Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung]

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّد نا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القيامة.

امّا بعد فياايها المسلمون اوصيكم وايّاي بتقوى الله و طاعته لعلكم ترحمون. قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. 

Hadirin, Kaum muslimin rahimakumulloh

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib berpesan utamanya kepada diri kami pribadi dan juga kepada jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah, yaitu ikhlas dan sabar menjalankan apa yang telah diperintahkan Allah serta ikhlas dan sabar meninggalkan apa yang telah dilarang-Nya. Kenapa seseorang harus mengejar derajat taqwa ini? Karena Allah berfirman; inna akromakum ‘indallohi atqoqum, (sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian). Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan taufiq dan hidayah Allah, sehingga dimudahkan dalam uapaya meningkatkan kualitas ketaqwaan kita. Amin 3x Ya Robbal ‘Alamin.

Hadirin, Kaum muslimin rahimakumulloh

Rohmat dan nikmat Alloh swt. yang diberikan kepada makhluknya sungguh sangat banyak sekali, yang meliputi seluruh aspek kehidupan, mulai dari yang lahir maupun yang batin, mulai dari harta benda, kesehatan bahkan hingga iman kita.

Terkait harta benda, agama Islam mengajarkan kepada kita supaya tidak hanya menerima saja, tetapi juga mau memberi. Salah satunya, agama Islam mengajarkan zakat. Zakat didudukkan pada posisi penting dalam ajaran agama Islam, sebagai rukun Islam yang ketiga, dimana kewajiban zakat setelah kewajiban sholat. 

Hadirin, Kaum muslimin rahimakumulloh

Al-Qur’an sering menyandingkan perintah zakat setelah perintah sholat. Contohnya firman Alloh swt. dalam surata Al-Baqoroh ayat 43 dan 110: 

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِينَ ﴿٤٣ 

Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku.” (Q.S. Al-Baqarah: 43)

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُواْ لأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللّهِ إِنَّ اللّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴿١١٠

Artinya: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah: 110)

Hal di atas menunjukkan bahwa ibadah zakat tidak bisa dipisahkan dari ibadah sholat. Ini maknanya umat Islam harus menselaraskan antara ibadah individual dan ibadah sosial dan dilaksanakan secara beiringan. Sayangnya, rata-rata kesadaran melaksanakan zakat masih lebih rendah dibandingkan kesadaran melaksanakan sholat.

Mungkin masih adanya anggapan bahwa “harta” yang kita miliki merupakan hasil kerja keras dari keringat kita sendiri, sehingga terasa berat mengeluarkan zakat, apalagi ditambah keinginan menumpuk harta benda sebanyak-banyaknya. Pandangan yang seperti ini, sering menutupi mata hati seorang manusia, padahal di dalam harta kita pasti ada hak-hak orang lain yang membutuhkan. Sebagaimana disebutkan di dalam surat Adz-Dzariyat ayat 19: 

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ ﴿١٩

Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak meminta-minta.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 19) 

Idealnya, setiap orang sama-sama bersemangat untuk mengeluarkan zakat, karena sesungguhnya orang yang enggan mengeluarkan zakat berarti telah memakan harta yang bukan menjadi haknya. 

Hadirin, Kaum muslimin rahimakumulloh

Zakat secara bahasa artinya “suci”. Sungguh, tujuannya zakat adalah mensucikan atau membersihkan harta. Ini maknanya harta yang tidak dikeluarkan zakatnya kepada orang yang berhak, ibarat orang yang tidak membuang kotoran yang ada dalam perutnya saat waktunya buang hajat. Sedikit harta itu, ibarat kotoran yang bisa mengotori keberkahan seluruh harta benda, menumbuhkan sifat tamak dan gersangnya hati.

Jika kewajiban zakat dapat dilaksanakan dengan hati yang tulus dan ikhlas, maka harta yang sudah dikeluarkan zakatnya, benar-benar akan menjadi “zakat”, artinya mensucikan hati dan hartanya orang yang berzakat. Kesucian ini akan melahirkan kebagiaan dan ketenangan hati, tidak hanya bagi orang yang berzakat, tetapi juga bagi orang yang menerima zakat. Karena sifat iri dan dengki dapat tumbuh saat orang yang tidak mampu melihat orang yang serba kecukupan tetapi enggan memberi pertolongan. Kedengkian ini melahirkan keresahan untuk kedua belah pihak. Hadirnya zakat akan menghilangkan kedengkian itu, dan mengubahnya menjadi kasih sayang. Dengan demikian, sungguh zakat benar-benar menentramkan umat.

Hadirin, Kaum muslimin rahimakumulloh

Saat ini zakat itu mudah, karena sudah terbentuk badan atau lembaga amil zakat, seperti BAZNAS, LAZ NU, LAZ Muhamadiyah dan lain sebagainya. Badan atau lembaga ini berfungsi mengumpulkan zakat, kemudian mentasharufkan kepada golongan-golongan yang berhak. Siapa saja yang merasa sudah waktunya berzakat, dapat dibantu cara menghitung zakatnya; berapa nishobnya; berapa besar zakatnya; dan apa saja pembahasan terkait dengan zakat dapat ditanyakan dan dikonsultasikan pada badan dan lembaga amil zakat ini.

Hadirin, Kaum muslimin rahimakumulloh

Demikian khutbah ini. mudah-mudahan bermanfaat dan barokah, amin, amin, amin ya robbal ‘alamin.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿١٠٣

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ