Cegah Fenomena Takut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangrejo Gelar Kajian

Ada fenomena menarik yang terjadi di masyarakat selama pandemi Covid-19 yaitu rasa takut seseorang saat menjenguk orang sakit dan takziah pada orang yang meninggal dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh Muchtarom, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangrejo.

“Fenomena tersebut menjadi ironi. Padahal sebagai anggota masyarakat, hendaknya kita bisa tetap menjenguk dan takziah dengan melaksanakan disiplin protokol kesehatan,” katanya pada Selasa (14/09/2021).

Fenomena itulah yang melatarbelakangi Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangrejo menggelar kajian merawat orang sakit dan orang meninggal dunia pada masa pandemi di Pondok Pesantren Tahfidz Nurul Iman.

Peserta kajian melakukan praktik perawatan orang meninggal dunia.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada juga Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, para modin, serta unsur Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Karangrejo,” ungkap pria yang menjabat sebagai sekretaris MUI setempat.

Dengan menggandeng segala unsur, ia berharap, dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara merawat orang sakit dan meninggal dunia.

“Semoga edukasi yang kami berikan mampu memberi dampak kepada masyarakat. Sehingga tidak ada lagi fenomena rasa takut untuk merawat orang sakit dan meninggal dunia,” pungkasnya.

3+

105 thoughts on “Cegah Fenomena Takut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangrejo Gelar Kajian

  1. Thanks , I’ve just been searching for information about this subject for a long time and yours is the best I’ve discovered
    so far. However, what in regards to the conclusion? Are you certain about the
    source?

    0

Leave a Reply

Your email address will not be published.