Khutbah Idul Adha: Kesabaran Guru Terbaik Dalam Menghadapi Ujian Saat Pandemi

Oleh: Dr. Suyitno*

اَللهُ اَكْبَرُ ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ.
اْلحَمْدُ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنسْتغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ هَذَا الرَّسُوْلِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Idul adha yang senantiasa di rahmati Allah SWT.

Hari ini kita semua merayakan lebaran Idul Adha dengan penuh keterbatasan. Di saat wabah masih ada di sekitar kita, namun demikian, tidak mengurangi rasa syukur karena Allah SWT masih memberikan kesehatan kepada seluruh anggota keluarga kita dengan nikmat kesehatan dan umur panjang. Dengan bersyukur, seraya mengucapkan Alhamdulillah, kita berharap Allah SWT terus menambah nikmat kita bersama, sebagaimana firman-Nya dalam surat Ibrahim ayat 7:


لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌۭ


Artinya: “Jika kalian bersyukur, maka sungguh Aku akan tambah untuk kalian (akan nikmat). Dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku sangatlah pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Jamaah Idul adha yang senantiasa di rahmati Allah.

Allah SWT mensyariatkan ibadah qurban sebagai bentuk ketundukan para hamba-Nya, sebagaimana ayat 1-3 Surah Al-Kautsar.


إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ  (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ(٢

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣)

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Jamaah Idul adha yang senantiasa di rahmati Allah SWT.

Qurban merupakan ibadah mahdhah (yang ketentuannya telah ditentukan dan tidak bisa diubah) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, berkurban itu tidak hanya menyembelih hewan. Banyak ritual lain, seperti zakat dan infaq dimana seorang hamba berkorban dengan dengan harta. Juga jihad, yang berkorban dengan jiwa. Sedangkan berqurban, ini bagian dari pengorbanan kita agar dekat kepada Allah SWT, tunduk kepada Allah SWT.

Berqurban mengingatkan pada Nabi Ibrahim Alaihis Salam yang dengan gigih berdakwah dalam menjalankan perintah Allah SWT. Tidak ada kata kecuali sami’na wa ‘atho’na (aku dengar dan aku taati).

Salah satu hikmah berqurban yaitu memperbaiki akhlak buruk manusia, diantaranya sifat bakhil atau kikir. Hal ini bertujuan agar peduli sesama manusia melalui hartanya sehingga terbebas dari sifat kikir.

Islam datang dengan penuh pengorbanan yang dilakukan oleh para nabi, dari Nabi Ibrahim Alaihis Salam sampai Nabi Muhammad SAW sampai kepada para sahabat lalu sampai kepada umat Islam saat ini.

Jamaah Idul adha yang senantiasa di rahmati Allah SWT.

Sikap Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan kesediaan Nabi Ismail Alaihis Salam untuk menjalankan perintah Allah SWT. Teladan yang luar biasa, menjadi bekal bagi manusia pada era  pandemi Covid-19. Penyakit datang dari Allah SWT. Dan Allah SWT yang menyembuhkan penyakit tersebut. Manusia hanya bisa menjalani ujian dari Allah SWT. Termasuk ujian saat pandemi ini mewabah.

Langkah Nabi Ibrahim Alaihis Salam  dan Nabi Ismail Alaihis Salam yang sabar menghadapi ujian adalah guru terbaik bagi semua orang. Kesabaran akan membawa kebaikan.

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya : Dan sesungguhnya Allah selalu menyertai orang-orang yang sabar.

Dari kesabaran itu muncul rasa ikhlas. Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa. Semua sektor usaha merasakan. Pertumbuhan ekonomi melambat, aktivitas sekolah anak-anak terganggu, kegiatan ibadah juga terganggu, begitu juga ritme kerja karyawan, banyak yang berubah.
Sabar menjadi kunci utama. Ini dalah ujian dari Allah SWT. Mereka yang sabar adalah yang menang. Kesabaran dalam menjalani ujian akan membuahkan keikhlasan. Semua itu bagian dari upaya meningkatkan ketaqwaan manusia kepada Allah. Selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa.
Allah SWT berfirman pada surat Al Insyirah ayat 5 dan 6:


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya “Sesungguhnya bersamaan dengan kesusahan dan kesempitan itu terdapat kemudahan dan kelapangan’’.

Allah SWT menekankan kalimat bersamaan. Artinya, ketika terjadi musibah, bersamaan itu pula ada kemudahan dan kelapangan.
Mari, kita jadikan momen Idul Adha sebagai pembangkit kesabaran, keikhlasan, serta ketaqwaan diri. Ketiganya akan membawa manusia pada ketenangan, kepasrahan, serta ketentraman dalam menjalani hidup. Termasuk saat menghadapi wabah pandemi ini.

Jamaah Idul adha yang senantiasa di rahmati Allah SWT.

Kesabaran diwujudkan dengan ikhtiar menjalani kebiasan baru. Kebiasaan sesuai standar protokol kesehatan. Keikhlasan berada pada masa sulit dengan tanpa mengeluh dan tetap berpikir optimistis. Serta meningkatkan ketaqwaan dengan tetap berdoa, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Demikianlah khutbah singkat ini, semoga Allah SWT selalu membimbing anggota keluarga kita pada jalan yang diridai-Nya, dan Allah SWT menjaga kita semua dari wabah ini. Aamiin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ. إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.


Khutbah Kedua


اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ،
اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ. اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهُ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.اَمَّا بَعْدُ
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦوَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتْ.  اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.  رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالله,  اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.  وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر

*Penulis adalah Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung

Catatan:

  1. Teks khutbah ini bisa digunakan untuk khutbah sholat Idul Adha berjamaah bersama keluarga di rumah.
  2. Dihimbau untuk melaksanakan sholat Idul Adha di rumah.