Perbedaan yang Menjadi berkah

Oleh : Suyitno (Penyuluh Agama Islam Tulungagung)

Berbagai perbedaan dalam hidup merupakan hal yang tidak bisa dihindari, perbedaan merupakan suatu hal yang alamiah, bisakah kita bergaul, menyapa, bekerjasama bahkan menolong terhadap orang-orang yang berbeda dengan kita? Perbedaan begitu beragam, mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, agama, suku, adat istiadat, jenis kelamin, hobby, pekerjaan dan  lain sebagainya.

Ada beberapa pandang orang memandang perbedaan itu, pertama menganggap suatu hal yang berbeda dengan dirinya adalah sebagai musuh, kedua tidak menyapa dengan orang yang berbeda, ketiga menjalin kerjasama dengan orang yang berbeda, keempat perbedaan adalah sebagai modal untuk saling memperkaya.

Cara pandang perbedaan sebagai musuh, tidak menyapa karena berbeda adalah cara pandang yang negative, sedangkan cara pandang menjalin kerjasama walaupun beda, perbedaan untuk saling memperkaya, merupakan cara pandang yang positif yang bermura pada keharmonisan hidup yang serba majemuk ini, cara pandang seperti ini akan memunculkan pada persatuan atau ukhuwah umat islam.

Sangat sulit membangun ukhuwah diantara umat yang terdiri dari berbagai, golongan, faham yang masih memiliki cara pandang negative terhadap berbagai macam perbedaan. Hubungan, persabatan, persaudaraan yang berjalan selama ini, dirasakan saat ini masih sebatas basa-basi ataukah sudah murni,

Semenjak 14 abad yang lalu Al-Quran menberikan penjelasan kepada kita, bahwa Allah SWT menciptakan makhluk yang sangat beraneka ragam perbedaan sebagaimana disebutkan dalam surat al hujurat ayat 13.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempauan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesunggunya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui.

Ayat tersebut diatas memberikan isyarat, mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan suku, bangsa, golongan, adalah suatu kenyataan, untuk tidak saling memusuhi, tetapi untuk saling mengenal, sehingga kita bisa lebih aktif dan produktif dengan cara pandang yang positif, perbedaan menjadi berkah.