Pergantian Tahun

Oleh : Suyitno (Penyuluh Agama Islam Tulungagung)

Waktu merupakan anugrah dari Allah SWT, tanpa terasa waktu terus berlalu detik pun berganti ke menit, jam, hari, minggu, bulan, dan akhirnya sampailah kita pada pengujung tahun begitulah perjalanan waktu didunia ini. Bagi seorang Mukmin, pergantian tahun ini pun seperti menegaskan bahwa merupakan sebuah siklus sunnatullah dari perjalanan sebuah waktu. Sebuah titian kumparan waktu yang pasti pada akhirnya akan berhenti di satu titik, yang disebut kematian.

Semestinya pergantian hari, bulan, dan tahun merupakan pengingat bagi kita untuk menghitung-hitung seberapa banyak bekal yang sudah kita siapkan, membuat kita semakin menunduk takut dan tak mampu memamerkan wajah pongah di hadapan Sang Penguasa waktu, semakin mendekatkan kita ke padang kematian.

Tapi faktanya, ada pemandangan yang setiap tahun keti saksikan, banyak orang yang larut dalam pergantian tahun, khususnya tahun baru Masehi, bahkan ada orang yang mau berjaga, ia luapkan rasa bahagia dengan kegiatan gegap gempita, ribut suara terompet, dentuman petasan dan kembang api, dan kadang kala diisi dengan pesta minum-minuman keras sampai mabuk iring-iringan kendaran sambil bernyayi dijalan, dan hal lain yang dilarang oleh agama dan pemerintah, dengan dalih meluapkan rasa kebahagian, suatu pertanyaan pantaskah

Himbauan  alim ulama di seluruh belahan dunia untuk umatnya agar tidak melakukan foya-foya pada pergantian tahun baru, tidak sedikit beliau-beliau yang mulia mendesak pemerintah untuk secara resmi membatalkan acara perayaan tahun baru karena itu merupakan budaya yang tidak baik, apa lagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi covid-19. Mudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya, hanya menjadi ajang berbuat dosa dan juga menghambur-hamburkan uang yang pasti, perayaan malam tahun baru tidak ada tuntunannnya dalam Islam!. Sekali lagi, sikap Mukmin terhadap perubahan waktu tidak boleh terjebak pada seremoni akhir tahun. Tidak ada contoh sunahnya dari Rasulullah SAW untuk merayakan tahun baru, bakar petasan, tiup terompet, apalagi sampai maksiat perayaan yang sia-sia, mubazir, dan jauh dari syariat Allah.

وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
 Artinya : Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. (QS al Isro: 26-27).

Rasulullah SAW bersabda,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَال  قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

Artinya :Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr). (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178

Bahagia pada moment-moment tertentu, sangat manusiawi tetapi memanfaatkan umur untuk tidak berbuat dosa sangat penting, karena waktu terus berjalan,tak akan terulang kembali, manusia yang cerdas selalu memanfaatkan waktunya untuk suatu hal yang berkualitas, bermutu sehingga tidak menyesal dikehidupan kelak nanti.

Marilah kita melaksanakan  zikir, doa bersama dirumah kita masing-masing, bertepatan pada malam tahun baru, tapi bukan untuk merayakan tahun baru, tetapi dalam rangka al-Amru bil maruf wan nahyu anil munkar, untuk menjadi amal penyeimbang  maksiat dalam malam tahun baru itu. Sungguh bagi orang beriman setiap hari adalah perubahan waktu. Karena itulah, orang-orang beriman terus sibuk bermuhasabah diri, ibadah, amal saleh, dan dakwah.

Momentum akhir tahun ini, sangat baik bagi kita untuk bermuhasabah berdzikir untuk menuai keberkahan Allah semoga wabah covid 19 segera diangkat dari bumi Oleh Allah SWT,kita tutup dan kita awali setiap pergantian akhir tahun dengan berdzikir semoga kita semua senantiasa menjadi hambah–hambaNya yang senantiasa diberkahi Allah SWT.