TIDUR YANG SEHAT DAN BERPAHALA

Oleh : Dr. Suyitno, M.Pd.I (Penyuluh Agama Islam Tulungagung)

Sunguh beruntung bagi orang mukmin, semua aktivitsnya dapat bernilai ibadah jika dibarengi dengan niat yang benar.Tidur yang kelihatanya remeh oleh manusia pada umumnya, tapi dalam islam ada aturan yang sangat bermanfaat bagi manusia dalam kehidupannya.Tidur merupakan tanda-tanda kebesaran Allah, siang merupakan waktu yang baik untuk beraktivitas sedangkan malam untuk istirahat setelah seharian penuh melakukan kegiatan. Seorang muslim yang cerdas menggunakan waktu siang dan malam untuk lebih khusuk dalam beribadah kepada Allah SWT, dalam arti dengan kesengguhan dan keiklasan dalam beraktivitas.

 Tidur bukan hal yang sepele,  sangat banyak manfaatnya bagi manusia, apabila kurang  tidur maka akan berpengaruh pada fisik maupun psikisnya, tubuh manusia tak mungkin bekerja seharian penuh, tubuh butuh istirahat  dari segala aktivitas, dalam ajaran islam tidur  sangat diatur agar ibadah tidak terganggu, berhubungan dengan aktivitas tidur dalam

Al-Qur’an di jelaskan dalam surat an-naba’ ayat 9

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتاً

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. 78: 9).

Dari firman Allah tersebut diatas menjelaskan tidur merupakan suatu cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, dan membantu pengutan sistem kekebalan tubuh pada manusia.Suatu pertanyaan berhubungan dengan tidur, kapan dan bagaimana tidur yang tepat? Karena seharian penuh kita beraktivitas, banyak sel-sel tubuh yang mulai melemah sehingga sistem kerja tubuh sudah mulai kurang efektif, Jika memperhatikan hal tersebut maka tidur sebaiknya tidak terlalu malam, apabila  kita tidur terlalu malam dan asyik makan-makan yang berat akan berakibat kurang baik bagi tubuh kita, sebab empedu aktif bekerja antara jam 11 malam hingga jam 1 dini hari. Sementara hati, mulai aktif bekerja mulai jam 1 malam, hal tersebut perlu kita perhatikan,untuk menjaga kualitas tidur dengan tidak merusak sistem  kerja pada tubuh, menurut hemat saya kita mulai tidur  jam 21.00 dan bangun jam 03.00 sudah cukup untuk menjadikan tidur yang berkualitas, ini berdasarkan  hadis nabi

أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – كان يكرهُ النَّومَ قَبْلَ العِشَاءِ والحَديثَ بَعْدَهَا

 “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhatri & Muslim)

 Nabi Muhammad sebagai teladan memberikan banyak banyak manfaat dalam kehidupan kita,  diantara salah satu yang perlu kita teladani adalah perkara tidurnya Nabi Muhammad SAW. Sebelum tidur Nabi Muhammad senantiasa  pertama berwudhu, sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang artinya.

 “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari)

Kedua, Berdoa sebelum tidur. Doa adalah senjata seorang Muslim. Oleh karena itu dalam segala hal, termasuk tidur hendaklah diawali dengan doa dan dzikir.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa tidur di suatu tempat tanpa berdzikir kepada Allah, maka ia pun akan mendapatkan hal yang dia sesali dari Allah.” (HR. Abu Dawud).

Ketiga, miring ke kanan dengan menghadap qiblat Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari).

Riset ilmiah dunia medis menjelaskan bahwa ada keuntungan besar yang didapat ketika seseorang tidur miring ke kanan, di antaranya ialah menghalangai tekanan hati yang berlebihan pada lambung. Dapat mempercepat pengeluaran cairan di usus dan usus dua belas jari, berkat adanya gaya gravitasi, sebab mulut lambung menghadap ke bawah. Selain itu juga mempermudah proses kerja batang tenggorokan sisi kiri, dimana organ ini dapat dengan cepat menghasilkan cairan lendir. Juga membuat rileks gerak jangung dan lambung, atau mengurangi tekanan pada keduanya.

 Keempat, meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud).

Jadi, saatnya kita kembali memperhatikan tauladan kita dalam segala hal, terkhusus dalam hal tidur. Sebab tidur dalam Islam bukan sekedar memejamkan mata dan lelap dalam kelelahan tanpa nilai tambah atau keunggulan. Tidur dalam Islam adalah satu fase yang harus memberikan spirit baru untuk lebih produktif dalam berkarya untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia. yang dicontohkan nabi terjamin dan terbukti unggul dan berpahala. Tidur seperti nabi adalah tidur yang sehat dan berpahala. Semoga tidur kita adalah tidur yang bernilai pahala membawa berkah dalam kehidupan kita sehari-hari.