Setiap Ucapan Doa

Oleh : Dr. Suyitno, M.Pd.I (Penyuluh Agama Islam Tulungagung)

Wis angel… angel… angel… angel temen tuturanmu… angel temen tuturanmu… wis angel… angel… angel..” Kalimat ini  sudah ikonik dan populer di media social saat ini.

Orang yang bijaksana, biasanya berfikir dulu sebelum berucap artinya berhati-hati dengan kata-kata, karena perkataan adalah doa. semua orang mestinya harus sadar akan hal tersebut, jangan sampai kita termakan oleh kata-kata karena apa yang kita katakan menjadi kenyataan.

Pada saat manusia biasanya orang mengatakan perkataan kotor. Sering kita lihat orangtua, melihat kenakalan anak-anaknya, lantas tanpa disadarinya, keluarlah kata-kata yang seharusnya tak pernah keluar dari mulutnya terhadap anaknya. Atau seseorang yang mendoakan hal yang buruk pada seseorang yang ia benci. Malah karena begitu putus asa, ada orang yang suka mengeluh hingga mengatakan hal yang buruk untuk diri sendiri.

Bila kita lihat secara fisik mulut manusia sempit tapi sebetulnya sangat luas, maknanya dari mulut manusia ini bisa keluar berjuta, juta kata baik maupun buruk, setiap perkataan kotor yang kita keluarkan maka akan mengandung resiko yang sangat besar. Bila seseorang memaki orang dengan perkataan kotor maka makian dan pukulan bila orang yang kita maki itu tidak terima.

Jangan berkata yang sia-sia, ketahui kapan kita harus berbicara, kapan kita harus diam maka kita gunakan mulut hanya untuk perkataan yang bermanfaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

Artinya :  Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya’.

Salah  satu diantara perbuatan yang sering dilakukan manusia adalah berbohong, berapa banyak kebohongan yang telah lakukannya. Sedikit sedikit dapat menjadi bukit, walaupun berbohong merupakan dosa kecil, tetapi apabila dilakukan terus menerus dapat menjadi dosa besar. Hal lain yang sering dilakukan manusia adalah menghibah orang lain, ini adalah perbuatan yang sering terjadi dimasyarakat akibat tidak menjaga lidahnya.

Kita harus benar-benar menjaga lisan dijaga supaya hidup tenteram, aman dan damai. Sikap tidak menjaga lidah bukan saja menimbulkan kemarahan orang yang mendengarnya, malah menimbulkan implikasi buruk kepada hubungan sesama manusia dan mengakibatkan seseorang itu menjadi muflis di akhirat, agar kita tidak menjadi orang yang merugi diakhirat nanti.

Kuat beribadah dan memiliki pahala yang banyak tidak menjamin terpeliharanya seseorang itu daripada azab Allah SWT jika pada masa yang sama masih tetap melakukan penganiayaan, penindasan dan kezaliman kepada insan lain. Rasulullah SAW bersabda: “Yang dikatakan muslim itu adalah manusia yang selamat dari bahaya lidah dan tangannya.”

Imam Ali r.a berkata:”Hati yang jahat terletak pada mulutnya, dan mulut yang baik, terletak pada hatinya”.

Salah satu diantara  kelemahan manusia adalah lemah dalam menjaga lidah, ibarat sebuah pedang yang tajam, selain lidah dapat menyakiti orang lain, tak sedikit dapat pula melukai si pengguna lidah itu sendiri.

Jika kita lihat disekeliling kita, sangat banyak orang yang tergelincir hidupnya karena lidah yang tak terjaga. Banyak orang yang hobi sumpah serapah, berjanji yang tak kan ditepati, menjelekan orang (bergosip), mengatakan kata-kata manis namun dusta (menjilat) dan seenaknya berkata tanpa disadari apa akibatnya. Allah SWT berfirman dalam Al-quran, artinya

Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (para Malaikat) selalu mencatat di sisi mereka. az-Zukhruf ayat 80

Berhati-hatilah dalam  berbicara, ingatlah pendengaran Allah terhadapmu, jika engkau diam, ingatlah penglihatan-Nya kepadamu, apa bila engkau mengerjakan sesuatu, bumi tempat engakau berpijak dan anggota tubuhmu menjadi saksi, malaikat mencatat segala perbuatanmu.Banyak manusia tidak membandingkan antara ucapannya dan perbuatannya. Akibatnya ia bicara ngawur, sia-sia, tidak ada bermanfaat, dan tidak terkendali

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya Tidak ada satu kata yang diucapkannya, melainkan ada di sisinya Malaikat pengawas yang selalu siap mencatat. Qâf ayat :18

 Setiap apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban NYa, begitu juga dengan lisan maka  berhati-hatilah dalam berucap, karena setiap ucapan doa.