Sosialisasi Konsep ASUH, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan Lakukan Koordinasi

Dalam fikih dan syariat islam, penyembelihan disebut sebagai al dzabhu atau adz zakatu yang berarti ta thayyub atau membuatnya menjadi baik, harum dan sedap. Sedangkan secara istilah, penyembelihan yaitu proses mematikan dengan cara memotong saluran makanan dan pernafasan serta dua urat nadi yang berada di tenggorokan sesuai dengan syariat islam. Akan tetapi, masih ada masyarakat yang mengetahui tentang proses penyembelihan tersebut.

“Banyak masyarakat khususnya pedagang di wilayah Kecamatan Rejotangan yang menyembelih hewan sapi dan ayam belum sesuai dengan syariat islam. Bahkan konsumen juga tidak peduli bagaimana cara menyembelih hewan” kata Arif Wahyudi sebagai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan.

Arif atau yang biasa disapa Kang Arif ini menyampaikan kekhawatiran dari berbagai elemen masyarakat tentang pedagang yang menjual produk makanan seperti daging ayam, ayam goreng, sate ayam, bakso dan sebagainya tidak memperhatikan syariat islam dan kebersihan dalam penyembelihan hewan.

“Padahal cara penyembelihan dapat mempengaruhi hewan itu halal atau haram untuk dimakan. Selain itu, cara penyembelihan juga bisa mempengaruhi kebersihan hewan tersbut” terang Arif.

Maka dari itu, Arif bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan mengadakan koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Rejotangan dan Kepala dan Staff Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejotangan untuk persiapan sosialisasi kepada para pedagang dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di wilayah Kecamatan Rejotangan pada Senin (26/8) di Masjid Al Muthoharoh Kecamatan Rejotangan.

Dalam sosialisasi yang akan dilaksanakan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rejotangan mengangkat konsep Aman, Sehat, Utuh, Halalan Thoyyiban (ASUH) dalam penyembelihan. Konsep tersebut menjelaskan tentang syarat orang yang melakukan dan cara melaksanakan penyembelihan. Konsep ASUH juga membahas alat yang harus digunakan dalam menyembelih hewan.

Menurut Arif, konsep ASUH dipilih karena konsep tersebut sangat sederhana sehingga diharapkan bisa mudah dipahami oleh peserta sosialisasi.

“Prinsip utama dalam konsep ASUH yaitu halalan toyyiban yang sesuai dengan syariat islam. Jangan sampai, hewan yang awalnya halal, menjadi haram untuk dikonsumsi hanya karena salah dalam proses penyembelihan” tutur Arif. (Puspita Hanum)