Peran Penyuluh Agama Islam Memutus Persebaran Covid 19

Melalui sosialisasi Gebrak Masker Se Indonesia, Pemerintah Kecamatan Tanggunggunung mensosialisasikan budaya memakai masker (19/8). Hal ini bertujuan  untuk memutus persebaran Covid 19.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanggunggunung ikut serta dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh pemerintah setempat, seluruh kepala desa dan kepala puskesmas di Kecamatan Tanggunung, serta tokoh masyarakat tersebut.

Sukardi selaku Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Tanggunggunung mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja bersama mencegah penyebaran covid19.

“Kita tidak tahu sampai kapan Covid 19 ini terjadi. Jangan sampai kita bermain dalam kondisi seperti ini. Kita sebagai tokoh masyarakat memiliki tugas dan kewajiban untuk menyampaikan kepada seluruh warga Kecamatan Tanggunggunung tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus persebaran Covid 19” pungkas Sukardi.

Sebagai Penyuluh Agam Islam Kecamatan Tanggunggunung, Eko Ali Sadikin mengapresiasi sosialisasi tersebut. Menurutnya, peran tokoh masyarakat memang sangat dibutuhkan untuk ikut serta melaksanakan sosialisasi gerakan memakai masker sebagai salah satu protokol kesehatan.

“Sinergitas semua tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan gerakan memakai masker ini” terang Eko.

Eko menyampaikan bahwa Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanggunggunung memiliki peran yang sama seperti tokoh masyarakat yang lain. Maka dari itu, ia menghimbau kepada seluruh Penyuluh Agama Islam untuk ikut serta mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid 19.

“Setiap Penyuluh Agama Islam minimal melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan disetiap majelis taklim yang dibina. Sosialisasi bisa dilakukan secara langsung atau melalui group whatsapp” tegas Eko.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ansor Kecamatan Tanggunggunung tersebut berharap dengan peran Penyuluh Agama Islam dalam sosialisasi tentang protokol kesehatan, bisa mampu menghentikan persebaran Covid 19 di masyarakat. (Puspita)